Tanah airmata tanah tumpah dukaku
mata air airmata kami
airmata tanah air kami
di sinilah kami berdiri
menyanyikan airmata kami
di balik gembur subur tanahmu
kami simpan perih kami
di balik etalase megah gedung-gedungmu
kami coba sembunyikan derita kami
kami coba simpan nestapa
kami coba kuburkan duka lara
tapi perih tak bisa sembunyi
ia merebak kemana-mana
bumi memang tak sebatas pandang
dan udara luas menunggu
namun kalian takkan bisa menyingkir
ke manapun melangkah
kalian pijak airmata kami
ke manapun terbang
kalian kan hinggap di air mata kami
ke manapun berlayar
kalian arungi airmata kami
kalian sudah terkepung
takkan bisa mengelak
takkan bisa ke mana pergi
menyerahlah pada kedalaman air mata
(Sutardji Calzoum Bachri)
- antara
- CSRC
- detik
- DPR RI
- ICRP
- IMF
- indonesia
- Integrasi Sosial
- Interfidei
- irm
- Islam Emansipatoris
- Jaringan Islam Liberal
- kompas
- kota pariaman
- lppinsight
- Maarif Institute
- masmulyadi
- mudzakkir
- muhammadiyah
- okezone.com
- padang ekspres
- PSIK Paramadina
- republika
- ridho alhamdi
- suara muhammadiyah
- The Wahid Institute
- UIN JKT
- WALUBI
- wikipedia
- world bank
"Tuhan mengasahmu lebih tajam daripada pedang,
Merubahmu dari pengendara unta menjadi pengembara nasib,
Takbirmu, shalatmu, jihadmu ...
Pada semua itulah tergantung Timur dan Barat ... "
(Sir Muhammad Iqbal)
Jaringan
copy right © 2008 ajo muslim all reserved
blog developed by Pascal Muda
Minggu, 21 Februari 2010
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar